Senin, Oktober 05, 2020

RADIO SEBAGAI MEDIA PJJ DI MASA PANDEMI SMPN 1 NGAMPRAH

MAKALAH KEPEMIMPINAN 

STRATEGI DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH MELALUI SIARAN RADIO DI SMPN 1 NGAMPRAH


Disusun untuk memenuhi persyaratan calon kepala sekolah

 

 

 

 

Budi Ruhiat, M.Pd

NIP 19700918 199802 1 001

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANDUNG BARAT

 

 

 

 

Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis Panjatkan ke hadirat Alloh SWT, Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW,

Atas  perkenan-Nya, penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini, walaupun disadari betul masih terdapat banyak kekurangan untuk mendapat perbaikan dan penyempurnaan.

Tujuan disusunnya karya tulis ini adalah sebagai salah satu dokumen yang harus dipenuhi untuk seleksi pencalonan sebagai Kepala Sekolah. Dengan ini, penulis berusaha mengungkapkan pengalaman selama menjalankan tugas sebagai Wakasek Kurikulum di SMPN 1 Ngamprah Khususnya pada saat dilaksanakannya Pembelajaran Jarak Jauh sebagai dampak dari Pandemik covid-19 dengan melakukan inovasi pembelajaran melalui radio Pemancar sebagai jawabannya.

Ucapan terima kasih kepada beberapa pihak yang mendukung sehingga tersusunnya karya tulis ini terutama penulis sampaikan kepada, Kepala Sekolah, Drs H Sudarmanto, M.M.Pd, yang selalu memberikan motivasi dan bimbingan, nasehat, arahan dan kesempatan kepada penulis,  rekan rekan seperjuangan terutama rekan wakasek yang selalu kompak dalam menyelesaikan berbagai tugas di sekolah dan semua rekan guru dan kerja sama dengan Tenaga Administrasi sekolah serta seluruh keluarga besar SMPN 1 Ngamprah, tidak lupa penulis sampaikan terima kasih tak terhingga untuk istri dan anak anak ku tercinta yang selalu mendukung dalam melaksanakan tugas.

Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat, baik bagi diri sendiri, sekolah dan dapat menjadi inspirasi bagi yang memanfaatkan.

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Kata pengantar

Hal

 

Daftar Isi

 

 

Daftar table dan gambar

 

 

BAB 1 Pendahuluan

 

 

A.    Latar belakang Masalah

 

 

B.     Rumusan Masalah

 

 

C.     Tujuan penulisan

 

 

D.    Manfaat Penulisan

 

 

BAB II PEMBAHSAN   

 

 

A.    Perencanaan Pembelajaran Jarak Jauh Masa pandemic covid – 19

 

 

B.     Strategi PJJ melalui siaran Radio

 

 

C.     Pengelolaan PJJ melalui siaran Radio  

 

 

D.    Pembelajaran jarak jauh dengan kombinasi Radio dan aplikasi online

 

 

E.     Hambatan dalam melaksanakan pembelajaran Jarak Jauh

 

 

BAB III Penutup 

 

 

A.    Simpulan

 

 

B.     Rekomendasi  

 

 

Daftar Pustaka

 

 

 

 

 

 

Daftar Tabel Dan Gambar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah

Peranan Kepala sekolah sangat menentukan dalam pengambilan keputusan pada berbagai situasi yang dihadapi, tidak terkecuali di saat musibah dunia melanda saat ini yaitu terjadinya wabah covid-19, hampir di semua  satuan pendidikan dihadapkan pada situasi yang tidak menentu dan tiba-tiba, keadaan seperti ini menuntut kemampuan  kepemimpinan  kepala sekolah untuk segera mengambil keputusan yang cepat dan tepat sesuai dengan kondisi dan situasi yang dimiliki oleh satuan pendidikan. Seorang pemimpin satuan pendidikan harus memiliki keterampilan Mempengaruhi, menggerakan, Mengembangkan dan memberdayakan segala potensi yang dimiliki untuk menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai permasalahan yang dihadapi.

Akibat pandemic covid – 19  hampir seluruh sekolah di tanah air khususnya dan di seluruh dunia pada umumnya menutup kegiatan Belajar Mengajar secara tatap muka di kelas, hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk menekan penyebaran wabah virus corona, hal ini berdampak pada perubahan proses kegiatan Belajar dan mengajar, sedangkan  siswa tetap harus mendapat layanan pendidikan yang seharusnya,

Pemerintah mengeluarkan berbagai regulasi untuk mensiasati keterlaksanaan proses belajar walaupun tidak dilaksanakan di sekolah atau lebih di kenal dengan istilah Belajar Dari Rumah (BDR), diantaranya surat edaran yang pertama kali dikeluarkan sehubungan dengan adanya penyebaran covid – 19 adalah Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan di masa penyebaran darurat – covid-19, dalam point 2 bagian a di jelaskan bahwa belajar dari rumah melalui daring/ pembelajaran jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum.

Berdasarkan SE Mendikbud Republik Indonesia No. 4 tahun 2020 pada point 2 bagian a tersebut sedikitnya terdapat 3 hal penting yaitu 1. Pembelajaran jarak jauh. 2.Pembelajaran yang memberikan pengalaman  bermakna. 3. Tidak perlu menuntaskan capaian target kutikulum.

Pertama bagian pembelajaran jarak jauh perlu disikapi oleh seluruh sekolah agar proses pembelajaran dapat tetap terlaksana dengan baik. Untuk menyikapi pelaksanaan pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) lebih lanjut Pemenrintah mengeluarkan Panduan Pembelajaran Jarak Jauh dalam bentuk Surat Edaran Sekertaris Jenderal Kemendikbud No. 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Belajar Dari Rumah di masa darurat Covid-19, media dan sumber pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan secara daring dan luring, pembelajaran daring yaitu pembelajaran jarak jauh dalam jaringan dengan menggunakan gawai/ gadget maupun laptop melalui beberapa portal dan aplikasi pembelajaran daring. Sedangkan pembelajaran Luring adalah pembelajaran jarak jauh luar jaringan (offline) menggunakan televise, Radio modul belajar mandiri dan lembar kerja, bahan ajar cetak, alat peraga dan media belajar dari benda di lingkungan sekitar  

 

Kedua pembelajaran yang memberikan pengalaman bermakna,  di masa pandemic ini pelaksanaan Pembelajaran jarak jauh lebih mengutamakan bagaimana peserta didik diarahkan agar proses pembelajaran lebih menekankan pada keterlaksanaan pembelajaran yang dapat membekali peserta didik selama Belajar Dari Rumah (BDR) mengarah pada pengetahuan mengutamakan kesehatan dan keterampilan menekankan pada pendidikan karakter baik, dan menyikapi keadaan dengan selalu berfikiran positif, sebab kekuatan imunitas manusia lebih banyak dibangun oleh manusia itu sendiri, sehingga untuk dapat menjalani hidup normal dengan kebiasaan kebiasaan baru atau dengan melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKM) atau sering di sebut kehidupan new normal seperti sering cuci tangan Pakai sabun, selalu menjaga jarak, selalu menggunakan masker jika keluar rumah    

Ketiga tidak perlu menuntaskan capaian target kurikulum yang ideal, dalam hal ini pemerintah mengeluarkan regulasi berupa Keputusan Kepala Badan Penelitian dan pengembangan   perbukuan No. 018/H/KR/2020 Tentang Kompetensi Inti dan kompetensi dasar pada Kurikulum 2013 pada pendidikan Usia dini,pendidikan dasar dan pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas untuk kondisi khusus pada tanggal 5 Agustus 2020 , disitu diatur tentang muatan kurikulum yang sebagian dipangkas materinya dan menyesuaikan dengan alokasi waktu pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh.

Pada tanggal 15 Juni 2020 dikeluarkan SKB 4 Menteri yaitu menteri Pendidikan dan kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan menteri dalam negeri , dalam keputusan bersama 4 meneteri tersebut dijelaskan Proses Pembelajarn berdasarkan pada zona penyebaran covid 19 , dinyatakan bahwa proses pembelaran tatap muka harus mempertimbangkan zona penyebaran covid-19 dari mulai zona hijau, zona kuning, zona oranye sampai dengan zona merah, zona hijau dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan tetap mematuhi protokol kersehatan, diantanya satu kelas berisi siswa  50% dari jumlah siswa biasa, memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangna pakai sabun. Juga harus mendapat persetujuan dan pertimbangan dari satgas penanganan covid-19 , juga persetujuan dari orang tua dan komite sekolah. Untuk zona kuning sampai dengan zona merah dilarang melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Regulasi yang dikeluarkan di Kabupaten Bandung Barat sudah jelas merujuk pada peraturan yang berada diatasnya, sehingga dikeluarkan peraturan daerah Kabupaten Bandung Barat dalam upaya penanganan covid-19 yaitu Surat Edaran Bupati Bandung Barat Nomor 440/769-DISDIK, pada 26 Maret 2020, tentang Kebijakan dalam Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19

Upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk dapat mengetahui pemetaan kepemilikan Hanphone  peserta didik. Sekolah melakukan survai untuk mengetahui prosentase kepemilikan Hanphone di setiap kelas, dengan terpetakannya kepemilikan Hanphone  di setiap kelas memudahkan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh jika menggunakan fasilitas daring, namun hasil survai menunjukan kepemilikan handphone peserta didik berkisar antara 65% sampai dengan 70% , jika dipaksakan kemungkinan sekitar 30% sampai dengan 35% peserta didik tidak dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan sekolah. Sehingga hal ini menjadi bahan pertimbangan untuk melkukan PJJ secara daring,

Pada awalnya sekitar 30% sampai dengan 35% peserta didik terpaksa harus dilayani secara luring dengan datang ke sekolah secara langsung dengan tetap mentaati protocol kesehatan secara ketat.

Berdasarkan kebutuhan tersebut sekolah sudah selayaknya memenuhi berbagai fasilitas yang dituntut dalam pemenuhan standar protocol kesehatan, diantaranya dengan melengkapi Tempat Cuci Tangan Pakai Sabun ( CTPS) , memasang sarana hansanitizer di titik titik yang sering dilalui oleh warga sekolah ataupun tamu yang ke sekolah, mengukur suhu tubuh secara cepat dengan melengkapi kepemilikan Thermogun, penyediaan cairan Disinpectant untuk di gunakan dalam menyemprotan di setiap pelosok sekolah.

Semua rambu rambu dan peraturan yang dikeluarkan baik dari tingkat Pemerintah pusat sampai dengan peraturan di tingkat daerah bertujuan untuk tetap dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan berbagai strategi, berbagai cara, media baik daring ataupun luring.

Berdasarkan beberapa regulasi yang dikeluarkan pemerintah dan pedoman pelaksanaan BDR tersebut kami di SMPN 1 Ngamprah merespon dengan memberdayakan potensi yang dimiliki yaitu menggunakan Radio Pemancar sebagai sarana untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh. Hal ini dilakukan karena sebelumnya SMPN 1 Ngamprah sudah memiliki pemancar radio, namun karena terjadi berbagai kendala Radio pemancar tersebut tidak dapat diaktifkan secara maksimal, dengan adanya musibah wabah Covid-19 ini, sekolah kembali mengoperasikan radio pemancar walaupun fungsinya sedikit berbeda , kalau sebelumnya radio pemancar digunakan untuk menggali potensi siswa yang berbakat dalam bidang broadcaster/ekstrakurikuler broadcase, sekarang penggunaan radio lebih berorientasi untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh, denga beberapa pertimbangan diantaranya sekolah berada pada letak geografis cenderung dataran, bukan berupa perbukitan, yang didukung oleh peserta didik sebagian besar bertempat tinggal tidak jauh dari sekolah, hal ini terjadi karena sejak dua tahun terakhir proses PPDB sudah menerapkan system zonasi, 

Media pembelajaran Jarak Jauh yang digunakan oleh SMPN 1 Ngamprah selain radio sebagai induk proses pembelajaran Jarak Jauh, kami juga menggunakan berbagai aplikasi online lainnya , seperti penggunaan fasilitas aplikasi  google form, Quizziz, google classroom, dan perpaduan luringpun kami lakukan dengan  menggunakan modul pembelajaran dan penugasan.

Namun demikian radio digunakan sebagai induk dari proses pembelajaran jarak jauh yang dilakukan di SMPN 1 Ngamprah mengingat beberapa pertimbangan diantaranya  pertama  tingkat perekonomian sebagian besar peserta didik di SMPN 1 Ngamprah masih rendah, kedua kondisi geografis sebagian besar dapat terjangkau oleh pemancar radio, ketiga tingkat kepemilikan Hanphone yang dimiliki siswa berdasarkan hasil survai masih di bawah angka 70% sehingga jika dipaksakan menggunakan daring secara penuh di khawatirkan sekitar 30% siswa tidak dapat merespon proses pembelajaran. Ke empat sekolah memiliki perangkat untuk melaksanakan Jauh dengan menggunakan radio pemancar kelima direkomendasikan oleh kementerian untuk menggunakan radio sebagai media pembalajaran jarak jauh

Berdasarkan pertimbangan tersebut penulis sebagai wakasek bidang Kurikulum mengambil sikap untuk menggunakan radio sebagai sarana Pembelajaran jarak jauh di SMPN 1 Ngamprah dengan pertimbangan dianggap lebih efektif dan ekonomis, dengan demikian penulis mengambil judul “STRATEGI DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH MELALUI SIARAN RADIO DI SMPN 1 NGAMPRAH

B.       Rumusan masalah

Sesuai dengan latar belakang yang penulis uraikan di atas, penulis perlu merumuskan permasalahan untuk mengetahui sejauhmana efektivitas pembelajaran Jarak Jauh melalui siaran radio ini  dapat menjangkau sebagian besar peserta didik di SMPN 1 Ngamprah, untuk lebih terperinci rumusan masalah disusun sebagai berikut :

1.      Bagaimana perencanaan  pelaksanaan PJJ dimasa covid-19

2.      Bagaimana strategi pelaksanaan pembelajaran melalui radio dilakukan di SMPN 1 Ngamprah

3.      Bagaimana pengelolaan PJJ dengan media radio

4.      Bagaimana pelaksanaan pembelajaran secara daring dan luring dilaksanakan di SMPN 1 Ngamprah

5.      Hambatan dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh

6.      Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat dalam menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh dimasa pandemic covid-19

 

C.      Tujuan penulisan

Tujuan penulisan secara umum adalah untuk memberikan salah satu alternative dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh di masa pandemic covid-19 sesuai dengan kemampuan dan kondisi sekolah

Tujuan secara khusus adalah untuk memberikan masukan kepada pimpinan sekolah dalam menerapkan strategi pembelajaran jarak jauh yang tepat agar dapat di akses oleh sebagian besar peserta didik

 

D.      Manfaat Penulisan

Manfaat yang diperoleh dalam penulisan makalah ini adalah memberikan alternative yang cepat dan tepat untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh dimasa covid-19 sebagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi

Terwujudnya proses pembelajaran jarak jauh yang efektif dan efisien dalam menghadapi pelaksanaan Belajar dari Rumah

Sebagai bahan referensi untuk dapat dikembangkan di sekolah lain yang memiliki kultur dan geografis yang hampir sama dengan kondisi di SMPN 1 Ngamprah

 

Dapat diakses oleh sebagian besar peserta didik di SMPN 1 Ngamprah, mengingat media radio termasuk media pembelajaran jarak jauh yang terbilang ekonomis, sebab tidak membutuhkan pulsa atau quota untak dapat mengoperasikannya selain  taraf ekonomi sebagian besar masyarakat yang menyekolahkan anaknya di SMPN 1 Ngamprah terbilang rendah.

BAB II

LANDASAN TEORI DAN ANALISIS MASALAH

A.    Perencanaan Pembelajaran Jarak Jauh di masa covid-19

Peran strategis kepala sekolah dalam pengambilan keputusan akan menentukan dampak yang sangat besar bagi perkembangan sekolah, dalam situasi sesulit apapun tindakan kepala sekolah dalam mengambil keputusan yang tepat sangatlah penting,

Pada akhir tahun pelajaran 2019/2020 dunia pendidikan dihadapkan pada keadaan yang serba tidak menentu akibat merebaknya wabah virus corona atau lebih dikenal dengan covid-19. Saat itu kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan berbagai regulasi untuk menghadapinya, tidak terkecuali di satuan pendidikan harus dapat merespon dengan baik.

Sebagai wakasek kurikulum penulis menyikapi keadaan tersebut dengan membuat berbagai perencanaan baik untuk menghadapi kegiatan akhir tahun maupun untuk menghadapi kegiatan awal tahun pelajaran,

Persiapan menghadapi kegiatan akhir tahun pelajaran diawali dengan dikeluarkannya SE Mendikbud RI No. 4 tahun 2020 diataranya mengatur tentang keputusan untuk melaksanakan proses kelulusan kelas 9 . salah satu point penting yang tertuang didalam Surat edaran tersebut adalah kelulusan peserta didik SMP ditentukan oleh rata rata nilai rapor semester 1 sampai dengan semester 5 , karena ujian nasional dan ujian sekolah tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka. Ketentuan lain Ujian Nasional dinyatakan dibatalkan, ujian sekolah hanyak dapat dilaksanakan melalui penugasan, tes daring dan portofolio. Berdasarkan ketentuan tersebut penulis mempengaruhi rekan guru dalam penentuan kelulusan cukup dengan mempertimbangkan nilai rata-rata rapor semester 1 sampai dengan semester 5 saja tanpa ada penugasan, portofolio dan tugas lainnya, dalam hal ini kepala sekolah, dan semua rekan guru menyetujui karena pertimbangan perlengkapan untuk pencegahan penanganan covid-19 belum terpenuhi secara maksimal.

Perencanaan yang sudah dibuat untuk melaksanakan Ujian Nasionalpun berubah haluan dengan membuat proses kelulusan sesuai dengan petunjuk surat edaran tersebut. Kecuali untuk beberapa mata pelajaran yang sudah melaksanakan ujian praktek digunakan sebagai pelengkap dalam penentuan nilai kelulusan.

Kegiatan awal tahun pelajaran 2020/2021 dilakukan dengan pertama menyusun program Kurikulum sekolah (KTSP Sekolah) yang struktur penyusunannya sangat berbeda dengan Kurikulum sekolah yang dibuat sebelumnya. Dalam penyusunan Kurikulum sekolah penulis menggerakan rekan guru dengan membentuk tim pengembang kurikulum sekolah dan mendapat persetujuan dari kepala sekolah dengan membuat SK Tim Pengembang Kurikulum.

Kurikulum sekolah disusun sesuai dengan konsep pembelajaran jarak jauh, diantaranya KI/KD yang direkomendasikan berdasarkan keputusan Kepala Balitbang  dan Perbukuan No 018/H/KR/2020 tentang KI/KD pelajaran pada kurikulum 2013 pada pendidikan usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas untuk kondisi khusus yang ditetapkan pada tanggal 5 agustus 2020, yang didalamnya terdapat pemangkasan materi di sesuaikan dengan keadaan khusus untuk pembelajaran jarak jauh.

 

B.     Strategi PJJ melalui siaran Radio

Sesuai dengan pedoman pelaksanaan Belajar di rumah yang ditetapkan dalam Surat Edaran Sesjen No. 15 tahun 2020 tentang penyelenggaraan Belajar Dari Rumah di masa darurat Covid-19, dalam BAB 1 dijelaskan Tujuan, Prinsip, Metode Dan Media Pelaksanaan Belajar Dari Rumah,

Tujuan belajar di rumah adalah memastikan pemenuhan peserta didik untuk mendapat pelayanan pendidikan selama darurat covid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk covid-19, mencegah penyebaran dan penularan covid-19 dan memastikan dukungan pemenuhan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua siswa. Lebih lanjut pada BAB 1 Sub B dijelaskan metoda dan media pelaksanaan Belajar Dari Rumah dibagi kedalam dua pendekatan yaitu, 1 Daring dan 2. Luring atau kombinasi antara daring dan luring. Pendekatan daring adalah pembelajaran dengan menggunakan gawai atau laptop melalui beberapa portal dan aplikasi pembelajaran daring/online. Sedangkan media dan pembelajaran dengan pendekatan luring adalah BDR dilaksanakan melalui televisi, Radio, modul belajar mandiri dan lembar kerja, bahan ajar cetak dan alat peraga dan media belajar benda yang berasal dari lingkungan sekitar.

Panduan Pelaksanaan Belajar Dari Rumah ditegaskan dalam BAB II sub bab A Nomor 5 e bagian 2) tentang pelaksanaan Pembelajaran menggunakan media radio penyiaran dapat dilakukan dengan cara membagikan jadwal siaran dengan melakukan siaran secara interaktif mengenai materi pembelajaran sesuai dengan materi yang di sederhanakan menurut keputusan Kepala Balitbang dan perbukuan no. 018/H/KR/2020 tentang KI/KD yang dilaksanakan dalam kondisi khusus.

Strategi pembelajaran Jarak Jauh yang dilaksanakan di SMPN 1 Ngamprah dengan mengembangkan   kemampuan guru melakukan siaran secara langsung sebagai penyiar untuk menyampaikan materi pelajaran dengan sesekali mengkombinasikan dengan moda daring seperti google form untuk melalukan absen, tugas harian, penilaian harian serta Penilaian tengah semester, moda kombinasi dengan daring hanya dilakukan oleh sebagian guru yang sudah dapat menguasai penggunaan aplikasi online dan untuk sebagian guru menggunakan modul pembelajaran dan lembar kerja untuk mendukung dan mengukur tingkat ketercapaian materi yang disampaikan.

Pengaturan siaran dilakukan dengan durasi waktu 45 menit untuk satu mata pelajaran pertingkat, misalnya mata pelajaran PPKn untuk semua kelas 9 secara paralel  dari kelas 9A sampai dengan kelas 9K dengan demikian satu mata pelajaran dilaksanakan tiga kali pertemuan untuk tingkat kelas 7, 8 dan 9 sehingga pembagiannya 11 mata pelajaran kali 3 tingkat  menjadi 33 alokasi waktu kali 45 menit. Maka dibuatlah jadwal untuk 5 hari waktu siaran dari senin sampai dengan hari jum at. Jadi setiap hari bisa 4 sampai dengan 5 alokasi waktu untuk tingkat yang berbeda Jadwal terlampir

 

C.     Pengelolaan PJJ melalui siaran Radio

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh melalui Radio penulis melakukan pemberdayaan  terhadap semua potensi yang dimiliki oleh sekolah dengan terlebih dahulu mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki oleh warga sekolah. Pertama membentuk tim pengelola siaran radio terdiri dari :

NO

NAMA

JABATAN

RINCIAN TUGAS

1

Drs H SudarmantoM.M.Pd

Penanggung Jawab

Bertanggung jawab terhadap seluruh aktifitas penyiaran baik sisi teknis maupun konten siaran

2

Budi Ruhiat, M.Pd

Ketua

Melakukan pengadaan teknis dan menyampaikan laporan kepada kepala sekolah tentang seluruh kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan PJJ

3

Enang Saepudin S.Pd

Sekertaris

Melengkapi dokumen dan pencatatan beserta perizinan siaran

4

Ani Sutisni

Bendahara

Menyiapkan dana untuk pengadaan dan pemeliharaan peralatan serta  operasional siaran

5

H Mahfudin Sugandi < S.Pd, M.M.Pd

Budi Ruhiat , M.Pd

Penanggung Jawab Siaran

Membuat pemetaan jadwal siaran, melakukan koordinasi dengan semua guru sebagai penyiar dan mengkoordinir kesulitan dilapangan terkait konten penyiaran. Membuat jadwal operator dan jadwal teknisi

6

Soni Wahyuni , S.Pd

Penanggung jawab teknis

Bertanggung secara teknis tentang peralatan perangkat radio serta teknis pemeliharaan

7

Aam Muh Jamhur, S.Pd, M.M.Pd

Penanggung jawab peralatan Studio siaran

Menyediakan tempat dan sarana pendukung studio siaran

8

Emuh Sulaeman , S.Pd

Koordinator Operator

Mendampingi penyiar (guru) yang melakukan siaran dan menangani kendala teknis penyiaran

9

Nursyam A S.Pd

Operator Siaran

Membantu tugas coordinator operator dalam mendampingi penyiar

 

Langkah berikutnya dalam pengelolaan PJJ melalui siaran radio penulis membagi tugas tim sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dari mulai pemasangan engine radio,  penentuan gelombang siaran dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan dari teknisi yang sudah berpengalaman memasang perangkat radio siaran, secara umum gelombang siaran terbagi menjadi dua bagian; pertama gelombang radio komersial, kedua gelombang radio komunitas, untuk kepentingan sekolah memilih untuk memakai radio komunitas karena system perizinan lebih sederhana.    Pemasangan  antene pemancar sampai dengan perangkat pendukung computer mixer audio dan peralatan pendukung lainnya selesai dilakukan dilanjutkan dengan penyusunan jadwal siaran, jadwal operator dan jadwal teknisi serta menyusun daftar hadir pemateri/ penyiar dalam hal ini guru mata pelajaran  yang dilanjutkan dengan rapat koordinasi dan mendengarkan laporan dari masing masing anggota tim dalam melaksanakan tugas masing masing.

Setelah berjalan satu bulan dilakukan langkah evaluasi untuk mengetahui kekurangan kekurangan selama melaksanakan pembelajaran Jarak Jauh melalui radio. Hasil dari evaluasi yang dilakukan teridentifikasi beberapa hal yang perlu untuk dilengkapi diantaranya fasilitas ruangan studio belum dilengkapi dengan kursi tamu, mengingat sejak awal penyiaran sudah dikunjungi oleh beberapa sekolah yang melakukan studi banding ke SMPN 1 Ngamprah diantaranya SMPN 1 Cisarua SMPN 5 Padalarang , Kunjungan dari IKIP Siliwangi dan beberapa tamu yang sengaja ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh yang dilakukan oleh SMPN 1 Ngamprah dalam melaksanakan peserta Didik Belajar Dari Rumah.

Hasil evaluasi lainnya diperlukan mik untuk siaran yang lebih baik sehingga dapat menghasilkan suara yang lebih jernih diterima oleh peserta didik di rumah masing masing. Dari sisi artistic studio perlu dilengkapi dengan peredam suara , dan accesoris lainnya, namun hal ini belum dapat terpenuhi seluruhnya.

 

D.    Pelaksanaan pembelajaran daring dan luring di SMPN 1 Ngamprah

Surat Edaran sekertaris jenderal No. 15 Tahun 2020 tentang Pedoman penyelenggaraan Belajar Dari Rumah dalam  masa darurat penyebaran corona virus disease-19, sebagai panduan dalam melaksanakan penyelenggaraan Belajar dari rumah, setiap satuan pendidikan diberikan kebebasan untuk melaksanakan Penyelenggaraan Proses belajar dari rumah sesuai dengan kondisi sekolah, kemampuan sekolah dan respon peserta didik dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Kondisi sekolah dan kemampuan sekolah yang dimaksud adalah dilihat dari sisi geografis sekolah terhadap rumah tempat tinggal peserta didik sedangkan kemampuan sekolah adalah kemampuan untuk mengelola pembelajaran jarak jauh, dan kemampuan sumber daya manusia serta sumberdaya sarana pendukung

Respon peserta didik  dalam mengikuti pelaksanaan pembelajaran jarak jauh  adalah ketersediaan media yang digunakan oleh peserta didik untuk dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh baik peralatan maupun kemampuan pendukung lainnya.

Rekomendasi dari pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh di satuan pendidikan dapat dilakukan secara daring dan luring, berdasarkan hasil survai yang dilakukan oleh sekolah tentang kepemilikan Handphone sebagai media pembelajaran jarak jauh hanya sekitar 65% – 70% dan ketika dalam survai lebih spresifik dengan pertanyaan memiliki handphone dan quota , maka prosentasenya semakin menurun yaitu kurang dari 50%,

 

Berdasarkan pertimbangan tersebut dan kemampuan sekolah baik dari sisi sumber daya manusia dan sumber daya sarana pendukung, respon peserta didik dan letak geografis peserta didik ke sekolah akhirnya mengambil keputusan untuk melaksanakan PJJ melalui radio atau dilakukan secara luring, karena dalam pedoman BDR disebutkan bahwa Radio adalah sebagai media alternative PJJ termasuk klasifikasi PJJ secara luring.

Pembelajaran Jarak Jauh menggunakan media radio ini merupakan induk pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh menggunakan media radio di kombinasikan dengan berbagai aplikasi online, seperti googleclasroom, google form, quizziz, zoom meeting dan aplikasi online lainnya, hal ini tidak merupakan suatu keharusan, karena mempertimbangkan kemampuan gurunya juga, karena tidak semua guru menguasai berbagai aplikasi online, adapaun kombinasi yang dilakukan dengan membuat media pembelajaran lainnya seperti Lembar Kerja ataupun dengan cara menggunakan kurir untuk menyampaikan tugas kepada guru mata pelajaran dis ekolah dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan.

Jadi pelaksanaan pembeajaran jarak jauh  secara daring dan luring dapat dilaksanakan walaupun dalam perjalanan banyak sekali menemui kesulitan dan hambatan karena sebelumnya tidak pernah terpikirkan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh, tetapi disisi lain keadaan seperti ini memotivasi sebagian guru untuk dapat lebih mengembangkan kemapuan dalam mempelajari dan menggunakan aplikasi online.

 

E.     Hambatan dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak jauh

Ketika kita dihadapkan dalam kondisi yang baru dan tidak biasa, biasanya tidak mudah untuk beradaptasi, bahkan sebagian besar memiliki pemikiran sulit untuk keluar dari zona nyaman, yang sudah biasa dilakukan, demikian juga dengan keadaan yang dialami oleh guru-guru di SMPN 1 Ngamprah tidak mudah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh  yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Walaupun sekolah sudah memberikan fasilitas untuk melakukan pembelajaran jarak jauh melalui radio, berbagai hambatan dan tantangan menghadang di depan mata diantaranya

1.      Sulitnya memantau perkembangan kemampuan peserta didik

2.      Sulit untuk memastikan apakah siswa tersebut mengikuti siaran radio dengan baik atau tidak

3.      Ketika harus melakukan absen secara online, dengan berbagai keterbatasan yang dialami peserta didik, guru tidak bisa memastikan keterlibatan peserta didik dalam mengikuti siaran radio.

4.      Guru mengalami kesulitan Untuk memberikan penilaian secara objektif

Upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan tersebut adalah, sekolah melakukan survai secara online untuk memastikan keikutsertaan siswa dalam mengikuti siaran radio, pelaksanaan survai dilakukan sebulan sekali.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Kemampuan menghadapi masalah dengan memberikan solusi yang tepat perlu dikuasai oleh seorang pemimpin, agar dapat mengambil keputusan yang tepat harus dibekali oleh keterampilan, diantaranya keterampilan 4 M yaitu Mempengaruhi, Mengembangkan, Menggerakan dan Memberdayakan.

Untuk situasi darurat masa covid-19 sekarang ini inovasi dan strategi yang tepat sangat diperlukan untuk menyiasati terlaksananya pembelajaran jarak jauh. Karena proses pembelajaran harus tetap dilaksanakan, peserta didik harus tetap mendapat pelayanan pendidikan sebagai mana mestinya walaupun tidak dilaksanakan secara tatap muka di kelas.

Radio Siaran merupakan salah satu alternative dalam melaksanakan Pembelajaran jarak jauh terutama untuk dilaksanakan pada situasi dan kondisi di SMPN 1 Ngamprah, pertama secara geografis lokasi SMPN 1 Ngamprah merupakan dataran yang sangat cocok untuk dapat dijangkau oleh signal Radio FM, kedua lokasi peserta didik sebagian besar berada dilingkungan sekolah karena proses PPDB sudah melaksanakan system zonasi. Ketiga terdapat sumber daya manusia yang memiliki pengalaman dalam hal pengoperasian radio siaran, keempat peralatan untuk dapat melakukan Pembelajaran Jarak Jauh melalui radio sebagian tersedia tinggal melengkapi beberapa bagian yang rusak karena sebelumnya di SMPN 1 Ngamprah pernah memiliki radio siaran untuk kegiatan ektrakurikuler broadcasting.

Berdasarkan keempat pertimbangan inilah ketika dituntut untuk melakukan proses pembelajaran Jarak Jauh diputuskan untuk menggunakan media radio. Pelaksanaan pembelajran melaui media radio ini tidak dapat dilakukan hanya dengan siaran radio saja namum mengkolaborasikan dengan media lain untuk melengkapi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau dikenal dengan system luring dan daring.

Dalam menghadapi keadaan seperti sekarang ini semua unsur sekolah dituntut kerja sama yang optimal agar dapat mewujudkan hasil pembelajaran yang maksimal, bukan hanya guru-guru dalam menyampaikan materi pelajaran, peran kepala sekolah sebagai manager sangatlah menetukan dan dukungan dari staff Tata Usaha sangatlah penting agar proses pembelajaran dapat berjalan secara lancar. Termasuk keterlibatan orang tua peserta didik dalam membimbing anak anaknya di rumah agar dapat mengikuti siaran radio dan ikut membimbing mengerjakan tugas tugas yang harus dikerjakan oleh anaknya di rumah. Sebab tanpa ada peran serta dari orang tua kepada anak anaknya dirumah upaya yang dilakukan oleh sekolah sangat kurang bermanfaat, sebab guru di sekolah tidak mampu melakukan pemamtauan sebara langsung kepada peserta didik.

 

 

B.     Rekomendasi  

Berdasarkan kesimpulan diatas ada beberapa rekomendasi terkait pelaksanaan Pembelajaran Jarak jauh yang dilakukan di SMPN 1 Ngamprah diantaranya adalah :

1.      Kerja sama yang antara guru dan peserta didik di rumah dalam menindak lanjuti pembelajaran pasca siaran radio

2.      Kesadaran yang tinggi dari peserta didik untuk dapat mengikuti siaran radio karena sulit untuk melakukan pemantauan secara langsung.

3.      Diperlukannya angket pemamtauan untuk melihat sejauhmana tingkat keberhasilan proses Pembelajaran Jarak Jauh yang dilakukan.

4.      Kerja sama antara guru mata pelajaran

5.      Keterlibatan orang tua peserta didik dalam membimbing dan mengarahkan anaknya di rumah agar dapat mengikuti pembelajaran dengan sebaik baiknya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19

Surat Edaran Sekertaris Jenderal Kemdikbud No. 15 Tahun 2020 tentang Pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Covid-19